Pengertian Reksadana,Keuntungan Dan Kerugian Serta Resikonya
Pengertian Reksadana,Keuntungan Dan Kerugian Serta Resikonya - Hallo sahabat contestreblogged, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Pengertian Reksadana,Keuntungan Dan Kerugian Serta Resikonya, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan
Artikel Keuangan, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul : Pengertian Reksadana,Keuntungan Dan Kerugian Serta Resikonya
link : Pengertian Reksadana,Keuntungan Dan Kerugian Serta Resikonya
Banyak gosip mengenai reksadana yang ujung-ujungnya mereka jualan. Lalu meminta kita mengklik link yang mereka sematkan di website dan di janjikan laba 20% pertahun.
Nah itu sanggup jadi terlihat agak bias,kalau awalnya menjelaskan reksadana tapi tujuannya untuk jualan. Karena kalau diperhatikan itu tidak menjelaskan sisi minusnya. Misalnya perihal biayanya atau perihal adanya potensi kerugian di reksadana. Dan itu terkesan hanya jual akad elok aja.
Yang saya mau coba jelaskan disini ialah memperkenalkan ke semua pembaca mengenai reksadana serta membahas positif dan negatifnya juga.
Nah jenis reksadananya memilih kemana uang kita akan di investasikan. Di Indonesia biasanya ada empat jenis reksadana yang sanggup ditemui.
Nah kenapa kita tidak investasikan sendiri aja ke saham atau obligasi? Kenapa harus lewat reksadana.
Dan ga punya waktu juga untuk cari tahu. Lebih baik kita investasikan ke reksadana. Harapannya sang manajer investasi ini. Dia itu kan seorang perfesional keuangan mahir dan pengalaman dalam berinvestasi.
Makara kita tinggal titipkan uang kita ke beliau ke mereka dan mereka yang akan mikir caranya gimana untuk diversifikasi dan Gimana caranya untuk sanggup laba maksimal. Makara pada dasarnya manfaatnya menitipkan uang kita ke yang ngerti caranya berinvestasi dan beliau yang akan menyebarkan uang kita.
Untuk obligasi kalau kita beli sendiri. Minimal kita harus beli dalam kelipatan 5 juta atau bahkan 50 juta Untuk sanggup masuk ke obligasi.
Lalu untuk saham minimal kita beli 1 lot atau 100 lembar. dan harganya itu sangat tergantung dengan harga saham sanggup aja 1 lembar itu 50 ribu. dan umumnya broker pun mengharuskan kita menempatkan dana 5 juta untuk sanggup mulai jual beli saham.
Makara laba kedua itu yaitu orang-orang yang tadinya uangnya mungkin belum cukup untuk mulai investasi sendiri pake reksadana beliau sanggup masuk kecil-kecilan dari uang seratus ribu tadi.
Dan yang ketiga reksadana itu sanggup di jual kapan aja atau liquid.
Kita sanggup bandingkan dengan deposito misalkan. Dimana kita harus menunggu jatuh tempo terlebih dahulu gres sanggup di cairkan. Kalau reksadana kita sanggup cairkan kapan saja.
Pertama ada fee, inget manajer investasi yang mengurus uang kita. Dan pastinya kita harus membayar mereka dong. Makara fee untuk manajer investasi tersebut bervariasi. Biasanya aka nada fee 2 kali. Yang pertama itu ketika transaksi beli reksadana. Fee nya umunya 1%sampai 3%. Kemudian Nanti juga ada Fee ketika kita jual 0,5% hingga 1%. Makara sebelum kita beli reksadana jangan lupa untuk cek dan hitung fee nya berapa.
kedua yaitu kinerja dari manajer investasi. Makara ini sanggup menjadi sisi minusnya alasannya yaitu banyak juga saat-saat dimana manajer investasi yang kita pilih tidak menghasilkan kinerja yang kita inginkan. Misalkan kinerjanya kalah disbanding produk lain dari manajer investasi sebelah.
Atau bahkan reksadana sahamnya sanggup jadi lebih jelek daripada index saham. Sebenarnya kalau kita punya niat mencar ilmu instrument keuangan atau mencar ilmu saham dan kan kita punya waktu memantau. Bisa jadi akan lebih baik kalau kita berinvestasi sendiri tanpa lewat reksadana.
Minus lainnya yaitu NAB belum seteul. NAB itu harga reksadana yang kita lihat di daftar atau sajian reksadana yang ada di bank.
Misalnya itu yaitu total dana yang di ketahui di bagi total unit. Nah NAB ini akan di hitung diakhir hari. Makara ketika transaksi siang hari kita tidak akan tahu. Kita akan jual atau lagi beli NAB harga berapa dikala transaksi. Dan ini diperparah lagi kalau kita beli di bank.
Karena kalau kita beli reksadana di bank kita harus transaksi sebelum jam 12 siang untuk sanggup NAB harga hari itu. Makara kalau kita beli jam 3 sore kita akan sanggup NAB di hari besoknya yang kita tidak tau lagi itu di harga berapa.
Makara untuk reksadana saham sanggup saja signifikan di selesai hari yang tidak sesuai dengan prediksi kita. Misalkan kita prediksi di harga murah sanggup saja di setengah hari harganya naik. Ternyata kita beli di harga yang tidak sesuai dengan prediksi kita.
Resikonya ialah kalau tiba-tiba ekonomi Indonesia anjlok atau hancur. Kalau kita punya deposito masih di jamin oleh LPS kalau bank nya gulung tikar itu pun kalau di bawah 2 milyar. Sedangkan kalau punya di reksadana pasar uang itu tidak ada yang menjamin.
Nah ketika masuk ke reksadan pendapatan tetap dan adonan mulai makin gede resikonya. Karena sudah mulai ada obligasi dan saham.Berarti mulai ada resiko penurunan harga.
Untuk reksadana tetap dan adonan dalam 1 tahun sanggup saja keuntngannya 3 kali lipatdari deposito. Tapi alasannya yaitu tadi ada resiko penurunan harga sanggup saja dalam 1 tahun yang kita terima bahkan bunga deposito terganatung harga obligasi dan harga saham.
Dan terakhir reksadana saham,dan ini resikonya paling besar. Namun biasanya tidak jauh dengan index IHSG. Tapi kalau kita salah timing dan manajer investasi sanggup saja kita dalam jangka 3 tahun tergerus terus uangnya dan ga untung.
Reksadana saham ini yang sering ada akad seperti laba akan 20% per tahun. Faktanya reksadana terbaik aja itu rata-rata manfaatnya aja12-16% per tahun. Sedangan yang lain itu bervariasi dalam jangka waktu 5 tahun hanya petahunnya 4% bahkan lebih kecil. Berarti itu lebih kecil dari deposito
Topic selanjutnya ialah cara beli reksadana.
Cara paling gampang beli reksadana ialah lewat bank. Karena pastinya kita sudah punya rekening bank. Makara yang perlu di lakukan ialah beli reksadana di bank yang sama. Caranya kita sanggup ke cabang bank atau lewat online.
Kalau ke cabang kita akan ketemu dengan customer service atau CS. Biasanya reksadana itu ga semua cabang atau CS sanggup jual. Karena perlu sertifikasi khusus. Tapi di cabang yang sanggup kitake cabang nanti ke CS kita pilih reksadananya terus isi formulir.
Otomatis bank akan memindahkan dana kita dari rekening ke manajer investasi. Ini sanggup di lakukan di bank apapun BCA dan MANDIRI.
Yang kedua lewat online,biasanya bank-bank yang sudah maju sanggup memakai gadget tanpa harus ke cabang. Ini sangat menghemat waktu sanggup transaksi di manapun dan kapanpun. Tapi yang perlu di ketahui sebelumnya harus mempunyai rekening dan sudah di daftarkan nomor ponsel di cabang supaya sanggup memakai lewat online. Ada 3 bank yang sanggup memakai media online yaitu bank commonwealth,citibank dan permata.
Selain bank banyak cara untuk membeli reksadana yaitu sanggup lewat sekuritas danbaru-baru ini sanggup lewat website menyerupai situs jual beli tokopedia,bukalapak itu sudah jualan reksadana. Atau ada juga website khusus reksadana menyerupai bareksa. Tapi ribetnya aka nada langkah suplemen untuk buka account di situs itu. Dan setiap teransaksi tentu saja aka nada step suplemen yang melibatkan rekening bank kita.
Kalau mau transfer ya harus pakai m-banking. Ada laba suplemen juga kalau kita lewat sekuritas atau pemain gres kaya website-website. Fee akan lebih rendah dari bank atau sanggup juga gratis.
Sekian klarifikasi mengenai apa itu reksadana,keuntungan dan kerugian juga resikonya.
Kesimpulannya ialah kalau kita tidak punya waktu utuk mencar ilmu obligasi dan saham. Mungkin reksadana ini sanggup jadi pilihan yang lebih tepat.
Yang penting pastikan kita sudah tahu semua resiko dan semua fee yang ada sebelum membeli reksadana. Saya menyarankan mulai semenjak dini sudah mulai berinvestasi baik dari menabung atau yang lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Pengertian Reksadana,Keuntungan Dan Kerugian Serta Resikonya dengan alamat link https://contestreblogged.blogspot.com/2010/07/pengertian-reksadanakeuntungan-dan.html
Judul : Pengertian Reksadana,Keuntungan Dan Kerugian Serta Resikonya
link : Pengertian Reksadana,Keuntungan Dan Kerugian Serta Resikonya
Pengertian Reksadana,Keuntungan Dan Kerugian Serta Resikonya

Banyak gosip mengenai reksadana yang ujung-ujungnya mereka jualan. Lalu meminta kita mengklik link yang mereka sematkan di website dan di janjikan laba 20% pertahun.
Nah itu sanggup jadi terlihat agak bias,kalau awalnya menjelaskan reksadana tapi tujuannya untuk jualan. Karena kalau diperhatikan itu tidak menjelaskan sisi minusnya. Misalnya perihal biayanya atau perihal adanya potensi kerugian di reksadana. Dan itu terkesan hanya jual akad elok aja.
Yang saya mau coba jelaskan disini ialah memperkenalkan ke semua pembaca mengenai reksadana serta membahas positif dan negatifnya juga.
Apa itu Reksadana?
Intinya ialah produk keuangan dimana kita dan ribuan orang lain yaitu para investor yang lalu diserahkan ke pihak lain yaitu perusahaan yang menjadi manajer investasi untuk di investasikan ke aneka macam instrument sumber keuangan lain contohnya ke saham,obligasi dan pasar uang.Nah jenis reksadananya memilih kemana uang kita akan di investasikan. Di Indonesia biasanya ada empat jenis reksadana yang sanggup ditemui.
1. Reksadana Pasar Uang
Kalau kita masuk ke Reksadana pasar uang. Uang kita akan di investasikan ke deposito dan sertifikat Bank Indonesia.2. Reksadana Pendapatan Tetap
Untuk reksadana jenis ini lebih banyak didominasi uang kita akan di masukkan ke obligasi atau pun surat utang.3. Reksadana Saham
Jenis ini 80% ke atas uang kita akan dibelikan saham.4. Reksadana Campuran
Sesuai namanya untuk Reksadana ini uang kita sanggup masuk ke obligasi,deposito maupun saham.Nah kenapa kita tidak investasikan sendiri aja ke saham atau obligasi? Kenapa harus lewat reksadana.
Berikut Positif dan Negatifnya Reksadana:
Kita bahas plus atau manfaatnya terlebih dahulu.Keuntungan pertama adanya manajer investasi.
SBI itu apa sih?obligasi atau bons itu apa? Beli saham gimana ya caranya? Kita sebagai orang awam yang ga sanggup jawab 3 pertanyaan itu.Dan ga punya waktu juga untuk cari tahu. Lebih baik kita investasikan ke reksadana. Harapannya sang manajer investasi ini. Dia itu kan seorang perfesional keuangan mahir dan pengalaman dalam berinvestasi.
Makara kita tinggal titipkan uang kita ke beliau ke mereka dan mereka yang akan mikir caranya gimana untuk diversifikasi dan Gimana caranya untuk sanggup laba maksimal. Makara pada dasarnya manfaatnya menitipkan uang kita ke yang ngerti caranya berinvestasi dan beliau yang akan menyebarkan uang kita.
Keuntungan kedua reksadana sanggup dibeli eceran
Maksudnya dengan uang yang relatif kecil yaitu dengan seratus ribu kita sudah sanggup mulai beli reksadana. Coba kalau kita bandingkan dengan instrument keuangan kalau kita beli sendiri,depsito contohnya untuk kita sanggup mampu bunga deposito tinggi ya kira-kira setara lah dengan reksadana pasar uang. itu biasanya kita masukin uang 1 milyar.Untuk obligasi kalau kita beli sendiri. Minimal kita harus beli dalam kelipatan 5 juta atau bahkan 50 juta Untuk sanggup masuk ke obligasi.
Lalu untuk saham minimal kita beli 1 lot atau 100 lembar. dan harganya itu sangat tergantung dengan harga saham sanggup aja 1 lembar itu 50 ribu. dan umumnya broker pun mengharuskan kita menempatkan dana 5 juta untuk sanggup mulai jual beli saham.
Makara laba kedua itu yaitu orang-orang yang tadinya uangnya mungkin belum cukup untuk mulai investasi sendiri pake reksadana beliau sanggup masuk kecil-kecilan dari uang seratus ribu tadi.
Dan yang ketiga reksadana itu sanggup di jual kapan aja atau liquid.
Kita sanggup bandingkan dengan deposito misalkan. Dimana kita harus menunggu jatuh tempo terlebih dahulu gres sanggup di cairkan. Kalau reksadana kita sanggup cairkan kapan saja.
Selanjutnya minus atau negatifnya reksadana
Biasanya ini jarang disebut oleh orang-orang yang menjual reksadana.Pertama ada fee, inget manajer investasi yang mengurus uang kita. Dan pastinya kita harus membayar mereka dong. Makara fee untuk manajer investasi tersebut bervariasi. Biasanya aka nada fee 2 kali. Yang pertama itu ketika transaksi beli reksadana. Fee nya umunya 1%sampai 3%. Kemudian Nanti juga ada Fee ketika kita jual 0,5% hingga 1%. Makara sebelum kita beli reksadana jangan lupa untuk cek dan hitung fee nya berapa.
kedua yaitu kinerja dari manajer investasi. Makara ini sanggup menjadi sisi minusnya alasannya yaitu banyak juga saat-saat dimana manajer investasi yang kita pilih tidak menghasilkan kinerja yang kita inginkan. Misalkan kinerjanya kalah disbanding produk lain dari manajer investasi sebelah.
Atau bahkan reksadana sahamnya sanggup jadi lebih jelek daripada index saham. Sebenarnya kalau kita punya niat mencar ilmu instrument keuangan atau mencar ilmu saham dan kan kita punya waktu memantau. Bisa jadi akan lebih baik kalau kita berinvestasi sendiri tanpa lewat reksadana.
Minus lainnya yaitu NAB belum seteul. NAB itu harga reksadana yang kita lihat di daftar atau sajian reksadana yang ada di bank.
Misalnya itu yaitu total dana yang di ketahui di bagi total unit. Nah NAB ini akan di hitung diakhir hari. Makara ketika transaksi siang hari kita tidak akan tahu. Kita akan jual atau lagi beli NAB harga berapa dikala transaksi. Dan ini diperparah lagi kalau kita beli di bank.
Karena kalau kita beli reksadana di bank kita harus transaksi sebelum jam 12 siang untuk sanggup NAB harga hari itu. Makara kalau kita beli jam 3 sore kita akan sanggup NAB di hari besoknya yang kita tidak tau lagi itu di harga berapa.
Makara untuk reksadana saham sanggup saja signifikan di selesai hari yang tidak sesuai dengan prediksi kita. Misalkan kita prediksi di harga murah sanggup saja di setengah hari harganya naik. Ternyata kita beli di harga yang tidak sesuai dengan prediksi kita.
Kemudian Resiko Reksadana
Disini tidak akan membahas minusnya alasannya yaitu di seluruh instrument pasar uang sama saja resikonya. Tapi reksadana mempunyai resiko yang sangat kecil di dalam pasar uang. Karena uang kita akan masuk deposito. Maka laba tiap tahunnya juga mirip-mirip dengan deposito.Kalau di 2017 sekitar 4 -6% pertahun.Resikonya ialah kalau tiba-tiba ekonomi Indonesia anjlok atau hancur. Kalau kita punya deposito masih di jamin oleh LPS kalau bank nya gulung tikar itu pun kalau di bawah 2 milyar. Sedangkan kalau punya di reksadana pasar uang itu tidak ada yang menjamin.
Nah ketika masuk ke reksadan pendapatan tetap dan adonan mulai makin gede resikonya. Karena sudah mulai ada obligasi dan saham.Berarti mulai ada resiko penurunan harga.
Untuk reksadana tetap dan adonan dalam 1 tahun sanggup saja keuntngannya 3 kali lipatdari deposito. Tapi alasannya yaitu tadi ada resiko penurunan harga sanggup saja dalam 1 tahun yang kita terima bahkan bunga deposito terganatung harga obligasi dan harga saham.
Dan terakhir reksadana saham,dan ini resikonya paling besar. Namun biasanya tidak jauh dengan index IHSG. Tapi kalau kita salah timing dan manajer investasi sanggup saja kita dalam jangka 3 tahun tergerus terus uangnya dan ga untung.
Reksadana saham ini yang sering ada akad seperti laba akan 20% per tahun. Faktanya reksadana terbaik aja itu rata-rata manfaatnya aja12-16% per tahun. Sedangan yang lain itu bervariasi dalam jangka waktu 5 tahun hanya petahunnya 4% bahkan lebih kecil. Berarti itu lebih kecil dari deposito
Topic selanjutnya ialah cara beli reksadana.
Cara paling gampang beli reksadana ialah lewat bank. Karena pastinya kita sudah punya rekening bank. Makara yang perlu di lakukan ialah beli reksadana di bank yang sama. Caranya kita sanggup ke cabang bank atau lewat online.
Kalau ke cabang kita akan ketemu dengan customer service atau CS. Biasanya reksadana itu ga semua cabang atau CS sanggup jual. Karena perlu sertifikasi khusus. Tapi di cabang yang sanggup kitake cabang nanti ke CS kita pilih reksadananya terus isi formulir.
Otomatis bank akan memindahkan dana kita dari rekening ke manajer investasi. Ini sanggup di lakukan di bank apapun BCA dan MANDIRI.
Yang kedua lewat online,biasanya bank-bank yang sudah maju sanggup memakai gadget tanpa harus ke cabang. Ini sangat menghemat waktu sanggup transaksi di manapun dan kapanpun. Tapi yang perlu di ketahui sebelumnya harus mempunyai rekening dan sudah di daftarkan nomor ponsel di cabang supaya sanggup memakai lewat online. Ada 3 bank yang sanggup memakai media online yaitu bank commonwealth,citibank dan permata.
Selain bank banyak cara untuk membeli reksadana yaitu sanggup lewat sekuritas danbaru-baru ini sanggup lewat website menyerupai situs jual beli tokopedia,bukalapak itu sudah jualan reksadana. Atau ada juga website khusus reksadana menyerupai bareksa. Tapi ribetnya aka nada langkah suplemen untuk buka account di situs itu. Dan setiap teransaksi tentu saja aka nada step suplemen yang melibatkan rekening bank kita.
Kalau mau transfer ya harus pakai m-banking. Ada laba suplemen juga kalau kita lewat sekuritas atau pemain gres kaya website-website. Fee akan lebih rendah dari bank atau sanggup juga gratis.
Sekian klarifikasi mengenai apa itu reksadana,keuntungan dan kerugian juga resikonya.
Kesimpulannya ialah kalau kita tidak punya waktu utuk mencar ilmu obligasi dan saham. Mungkin reksadana ini sanggup jadi pilihan yang lebih tepat.
Yang penting pastikan kita sudah tahu semua resiko dan semua fee yang ada sebelum membeli reksadana. Saya menyarankan mulai semenjak dini sudah mulai berinvestasi baik dari menabung atau yang lainnya.
Demikianlah Artikel Pengertian Reksadana,Keuntungan Dan Kerugian Serta Resikonya
Sekianlah artikel Pengertian Reksadana,Keuntungan Dan Kerugian Serta Resikonya kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Pengertian Reksadana,Keuntungan Dan Kerugian Serta Resikonya dengan alamat link https://contestreblogged.blogspot.com/2010/07/pengertian-reksadanakeuntungan-dan.html